Sumpah Palsu dalam Bisnes

Hadith pertama

Abu Hurairah melaporkan,

“Ada 3 kelompok orang yang tidak akan dilihat dan disucikan oleh Allah serta akan mendapatkan siksaan yang menyakitkan pada hari akhirat, iaitu

(1) orang yang memiliki kelebihan air di pinggir jalan akan tetapi dia kikir untuk memberikan kepada orang yang kehabisan bekal di dalam perjalanan,

(2) orangyang membaiat seorang pemimpin hanya kerana tujuan dunia. Jika pemimpinnya memberikan sesuatu maka dia pun merasa puas, jika tidak memberikan sesuatu maka dia pun akan marah. Adapun orang terakhir

(3) adalah orang yang menjual barang dagangannya setelah waktu Asar kemudian berkata : Demi Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia, barang ini telah dibeli dengan harga sekian. Lalu ada sang pembeli membenarkan ucapan tadi.

Kemudian Nabi membaca ayat, “Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang murah” (QS Ali Imran : 77) ”

(Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)

Hadith kedua

Abu Hurairah melaporkan,

“Ada 3 golongan pada hari kiamat, Allah tidak mengajak mereka berbicara, tidak melihat mereka, serta tidak pula mensucikan mereka, dan mereka akan memperoleh adzab yang pedih. Iaitu

(1) orang yang melarang Ibnu Sabil mendapatkan sisa air yang dimilikinya,

(2) orang yang bersumpah atas satu barang selepas ‘Ashar, yakni sumpah palsu,

(3) dan orang yang membaiat seorang imam, jika diberikan sesuatu kepadanya, ia akan menyokongya, akan tetapi jika tidak memberinya, maka dia tidak memberikan sokongan kepadanya”

(Musnad Ahmad, dilaporkan juga oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi dari Waki’)

Hadith ketiga

Abu Dzar melaporkan,

“Ada 3 kelompok orang yang tidak diajak bicara, dilihat dan disucikan oleh Allah serta mereka akan mendapat siksa yang menyakitkan”. Nabi mengulang ayat ini 3 kali.

Abu Dzar berkata : “Mereka adalah orang-orang yang gagal dan rugi, siapakah mereka itu Ya Rasulullah?

Nabi berkata, Mereka adalah

(1) orang yang memanjangkan kain pakaiannya melebihi mata kaki,

(2) orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya, dan

(3) orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu.”

(Sahih Muslim)

Hadith keempat

Abu Hurairah melaporkan,

“Sumpah itu adalah pelaris barang dagangan namun penghilang berkah” (Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)

Rujukan :

1. Bahaya Lidah : Penyakit Lisan dan Terapinya, Dr Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, Media Hidayah 2003

2. Tafsir Ibnu Katsir (jilid 2), Dr Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh, Pustaka Imam Asy-Syafi’i (2008)

Advertisements

No comments yet

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: