Abdurrahman bin Auf; membina empayar bisnes sendiri

Harta Abdul Rahman bin Auf

Imam Muhammad Ibn Syihab Az Zuhri berkata:

“Abdul Rahman bin Auf telah bersedeqah di zaman Rasulullah saw. setengah dari hartanya yang berjumlah Empat Ribu Dirham (Rm 40, 000) kemudian beliau mengorbankan 40 Ribu Dirham (RM 400, 000), 500 kuda di jalan Allah swt. diikuti pula 1500 ekor unta di jalan Allah swt. Kesemua harta itu adalah hasil perniagaannya.” (al-Hilyah, Abu Nuaim)

Ketika wafat terbilang meninggalkan 1000 unta, 100 kuda, 3000 kambing , Juga meninggalkan emas dan perak yang semuanya dibagikan kepada ahli warisnya.

Infak dan sedekah Abdul Rahman bin Auf

Diantara kedermawanannya, ialah tatkala Rasulullah ingin melaksanakan perang Tabuk. Yaitu sebuah peperangan yang membutuhkan banyak perbekalan. Maka datanglah Abdurrahman bin ‘Auf dengan membawa 200 ‘uqiyah emas,dan menginfakkannya di jalan Allah.

(1 uqiyah emas = 29.75 gram emas, 200 uqiyah = 5.95. Harga 1 gram emas = RM180 * 5.95kg = RM 1, 071, 000)

Sehingga berkata Umar bin Khattab, ”Sesungguhnya aku melihat, bahwa Abdurrahman adalah orang yang berdosa karena dia tidak meninggalkan untuk keluarganya sesuatu apapun.” Maka bertanyalah Rasulullah kepadanya, ”Wahai Abdurrahman, apa yang telah engkau tinggalkan untuk keluargamu?” Dia menjawab, ”Wahai Rasulullah, aku telah meninggalkan untuk mereka lebih banyak dan lebih baik dari yang telah aku infakkan.” ”Apa itu?” tanya Rasulullah. Abdurrahman menjawab, ”Apa yang dijanjikan oleh Allah dan RasulNya berupa rezeki dan kebaikan serta pahala yang banyak.”

Puncak dari kebaikannya kepada orang lain, ialah ketika ia menjual tanah seharga 40.000 dinar, (1 Dinar = RM700, 40, 000 x RM700 = RM 28, 000, 000) yang kemudian dibagikannya kepada Bani Zuhrah dan orang-orang fakir dari kalangan muhajirin dan Anshar. Ketika Aisyah mendapatkan bagiannya, ia berkata, ”Aku mendengar Rasulullah bersabda, tidak akan memperhatikan sepeninggalku, kecuali orang-orang yang bersabar. Semoga Allah memberinya air minum dari mata air Salsabila di surga.”

Abdurrahmah bin Auf masuk Islam atas ajakan Abu Bakar Ash Shiddiq, yaitu sebelum Rasulullah tinggal di rumah Al Arqam. Sebagaimana kaum muslimin yang lainnya, ia juga mendapatkan tekanan-tekanan dari kaum Quraisy, yang semakin lama semakin keras. Ketika Allah mengizinkan Rasulullah untuk hijrah ke Madinah, ia termasuk orang yang turut serta dalam rombongan tersebut.

Sikap berdikari

Di Madinah beliau dipersaudarakan oleh Rasulullah dengan sahabat Sa’ad bin Rabi’ Al Anshari. Sa’ad bin Rabi’ berkata kepada saudaranya, Abdurrahman, ”Wahai saudaraku, aku memiliki dua kebun, pilihlah mana yang engkau suka, lalu ambillah.” Abdurrahman menjawab, ”Semoga Allah memberikan berkah kepada harta dan keluargamu. Akan tetapi, tunjukanlah kepadaku pasar.”

Suatu pengajaran dan iktibar dari kisah ini ialah memberi gambaran sikap berdikari yang ditunjukkan oleh Abdurrahman. Hasilnya, dengan usaha sendiri beliau kembali membina empayar pernigaaan dan menjadi salah seorang sahabat Nabi yang paling kaya dan hartawan.

Rubrik Sakhshiyah Majalah Assunnah edisi 02/Tahun VII/1424H/2003M, hal 59-60 oleh Abu Aminah.

No comments yet

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: